Tulislah dan bacalah

Menulislah, menulis!

Seakan hanya itu yang akan terwaris

Terjaganya ide untuk tetap eksis

Melintas waktu dalam rangka historis


Menulislah, menulis!

Sebab kata takkan pernah habis

Meski tertumpah milyaran baris

Tak peduli ekspresi ragam jenis


Menulislah, menulis!

Puncakkan hasrat pikir utopis

Menantang realita penuh hipnotis

Mencipta ruang mimpi idealis


Menulislah, menulis!

Dengan paragraf yang tak tertulis

Dengan ekspresi liar sang pelukis

Dengan teriakan lantang para aktivis


Menulislah, menulis!

Tanpa beragam teori penuh hipotesis

Segala lubang jebakan terminologis

menyumbat emosi di posisi statis


Menulislah, menulis!

Kata-kata bukan kemewahan elitis

Bukan monopoli para borjuis

Atau simbol arogan kaum akademis


Menulislah, menulis!

Dengan luapan opini dan ide kritis

Atau puisi berbalut kata-kata manis

Atau cuitan media untuk sekadar bernarsis


Menulislah, menulis!

Dalam hidup yang terus bermetamorfosis

Bersama gagasan yang selalu bersimbiosis

Membentuk bangunan hikmah tersintesis


Membacalah! Membaca

Seakan dunia adalah buku terbuka

Dan setiap benda adalah Alinea

setiap kejadian adalah cerita


Membacalah! Membaca

Meski jenuh dengan deret aksara

Meski tak ada rasa bersama Pustaka

Karena yang terbaca tidak hanya kata


Membacalah! Membaca

Dari fajar hingga kembali senja

Atau bahkan malam hening menyapa

Tiap detik tersedia beragam rupa

Membacalah! Membaca

Melihat jauh ke setiap fenomena

Menggali dalam ke setiap peristiwa

Membongkar dan memetik terseraknya makna


Membacalah! Membaca

Semut yang berkumpul di makanan sisa

atau mendungnya hari dari tebalnya mega

hingga perang yang menewaskan ribuan nyawa


Membacalah! Membaca

Semua bukan serial tunggal semata

Namun rangkai skenario agung semesta

Didesain khusus oleh Yang Maha


Membacalah! Membaca

Di sekolah bernama alam raya

Berguru pada semua manusia

Dengan Takdir adalah pelajarannya


Membacalah! Membaca

Bukan sekadar dengan kedua mata

Atau pikiran penuh retorika

Namun hati yang merindu mengenal-Nya


Menulislah dan Membacalah!

Karena peradaban terbangun dalam dua ghirah

Menulis dan membaca simbol proses berhikmah

Menulis amal, merangkai bekal untuk yang setelah

Membaca alam, memaknai setiap pesan ilahiah

Berbalut adab dalam indahnya niat beribadah

Manusia terbangun, tanpa jauh dari fitrah

rss researchgate issuu facebook twitter github youtube mail spotify lastfm instagram linkedin google google-plus pinterest medium vimeo stackoverflow reddit quora quora