Senja

Di antara semua waktu,

senja adalah yang paling ku puja.

Dia mungkin tak sesegar pagi

atau sesunyi dini hari,

apalagi sesemangat siang,

tapi ia selalu bisa

memberiku damai dan tenang,

entah di atap gedung CAS,

di pojokan labtek III,

di sunken court,

di sepanjang boulevard,

ataupun di plaza widya,

kala lelahku berkemahasiswaan,

kala capekku mengurusi himpunan,

atau kala jenuhku tersiksa kegelisahan.


Ya,

senja merupakan momen

yang selalu mengingatkanku,

untuk selalu siap menyambut kelam,

dan meninggalkan

terang.


(phx, 2016)

rss researchgate issuu facebook twitter github youtube mail spotify lastfm instagram linkedin google google-plus pinterest medium vimeo stackoverflow reddit quora quora