Purnama

Segores bayang telah menutupi

Merusak sempurnanya bulat purnama

Awan berpencar memberi ruang

Membuka langit yang dirindukan

Terhitung hari ia terlewatkan


Purnama masih ku rindu

Hanya bulan ini ia pergi berlalu

Ku sibuk dengan pekerjaan menunggu

Tak tersadar langit menganga


Tak mengapa

Karena hari itu tetap diraya

Jalan-jalan sederhana

Bincang tawa iringi ceria

Melupa purnama

Yakin kelak ada saatnya

rss researchgate issuu facebook twitter github youtube mail spotify lastfm instagram linkedin google google-plus pinterest medium vimeo stackoverflow reddit quora quora