Segores bayang telah menutupi
Merusak sempurnanya bulat purnama
Awan berpencar memberi ruang
Membuka langit yang dirindukan
Terhitung hari ia terlewatkan
Purnama masih ku rindu
Hanya bulan ini ia pergi berlalu
Ku sibuk dengan pekerjaan menunggu
Tak tersadar langit menganga
Tak mengapa
Karena hari itu tetap diraya
Jalan-jalan sederhana
Bincang tawa iringi ceria
Melupa purnama
Yakin kelak ada saatnya