Klik,
Klik Klik,
Satu demi satu terbuka
Memperlihatkan tumpukan lainnya
Menyingkap berkas tanpa nama
Klik,
Klik klik,
Debu virtual memenuhi jiwa
Dengan terbacanya arsip lama
Selagi tenggelam dalam nostalgia
Klik,
Klik Klik Klik
Mungkin itu tidak semua
Sebagian hilang, sebagian sirna
Yang terbaca hanya yang tersisa
Klik,
Klik klik klik
Beberapa asing rasanya
Seakan memori tak mampu menyapa
Yang menyudah di belakang masa
Klik Klik,
Satu per satu terangkat baca
Setiap kalimat cermin fenomena
Pun pikir yang pernah hadir di kepala
Klik klik klik,
Yang ria maupun yang lara
Terekam jelas terangkai aksara
Meski hanya satu dua kata
Klik klik
Malu pun menyelimuti rasa
Selagi yang buruk turut terbuka
Menjadi bayang yang tak diterima
Klik klik
Memang banyak rahasia
Tapi afirmasi harus dijaga
Tanpa sangkal atas diri sepenuhnya
Klik klik
Klik
Memang guru paling berharga
Adalah lampau yang tak terlupa
Bukti perubahan adalah nyata
Klik,
Pada akhirnya
Dua pilihan tersisa
Hapus, atau biarkan semuanya