<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" ><generator uri="https://jekyllrb.com/" version="3.10.0">Jekyll</generator><link href="https://phx.my.id/feed.xml" rel="self" type="application/atom+xml" /><link href="https://phx.my.id/" rel="alternate" type="text/html" /><updated>2026-07-16T23:24:07+00:00</updated><id>https://phx.my.id/feed.xml</id><title type="html">Phoenix Literacy</title><subtitle>A blog about literacy work of Aditya Firman Ihsan</subtitle><entry><title type="html">A</title><link href="https://phx.my.id/a/" rel="alternate" type="text/html" title="A" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/a</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/a/"><![CDATA[<p>Kenapa</p>

<p>Apa</p>

<p>A</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Kenapa]]></summary></entry><entry><title type="html">BPP 2</title><link href="https://phx.my.id/bpp-2/" rel="alternate" type="text/html" title="BPP 2" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/bpp-2</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/bpp-2/"><![CDATA[<p>Waktu,</p>

<p>Tak pernah bisa menentu</p>

<p>Tak henti bergerak maju</p>

<p>Menyeret dunia dalam halu</p>

<p>Realitas terasa semu</p>

<p>Mengendap masa lalu</p>

<p>Tersisa menjadi rindu</p>

<p>Yah, memori memang ambigu</p>

<p>Yang lama terganti yang baru</p>

<p>Tercampur baur jadi satu</p>

<p><br /></p>

<p>Dengan itu,</p>

<p>Kita adalah penyendiri</p>

<p>Kawan sahabat silih berganti</p>

<p>Yang hadir tak pernah abadi</p>

<p>Yang hidup akan mati</p>

<p>Yang ada akan pergi</p>

<p>Hingga tak ada selain sepi</p>

<p>Yang tertinggal hanya diri</p>

<p><br /></p>

<p>Akan tetapi,</p>

<p>Ku ingat kawanku berkata</p>

<p>Setiap masa ada orangnya</p>

<p>Setiap orang ada masanya</p>

<p>Hadirnya setiap jiwa</p>

<p>Telah pasti ketentuannya</p>

<p>Terurai kisah dan cerita</p>

<p>Diungkap mewujud makna</p>

<p><br /></p>

<p>Perhatikanlah</p>

<p>Hinggapnya seekor lebah</p>

<p>Di suatu bunga merah</p>

<p>Di suatu hari spesifik yang cerah</p>

<p>Dari sekian hari, sekian bunga, dan sekian lebah</p>

<p>Sudah terangkum dalam hikmah</p>

<p><br /></p>

<p>Sehingga,</p>

<p>apa lah artinya resah</p>

<p>Atas yang hilang atau terpisah</p>

<p>Karena senja tetap indah</p>

<p>Mewarnai langit yang terbelah</p>

<p>Meski hanya singgah</p>

<p>Sebelum malam menjelajah</p>

<p><br /></p>

<p>Pada akhirnya,</p>

<p>Yang baru akan berlabuh</p>

<p>Menyambung lelah dan peluh</p>

<p>Lepas sakit membawa sembuh</p>

<p>Dalam literasi kita bersungguh</p>

<p>Intelektualitas terpegang teguh</p>

<p>Menjadikan bumi satu tubuh</p>

<p>Bersama BPP kita tumbuh</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Waktu,]]></summary></entry><entry><title type="html">BPP</title><link href="https://phx.my.id/bpp/" rel="alternate" type="text/html" title="BPP" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/bpp</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/bpp/"><![CDATA[<p>Pertunjukan Takdir yang Terus menari</p>

<p>Hati tak lagi mampu mendeskripsi</p>

<p>Menghayati segala tanpa mengerti</p>

<p>Ribuan tanya datang menghampiri</p>

<p>Untuk apa kita hidup, bila tak ada arah pasti</p>

<p>Beragam ragu membakar hati, memaksa hati terus mencari</p>

<p>Ada apa dengan zaman ini!</p>

<p><br /></p>

<p>Tumpukan sampah pengganti bunga kesturi</p>

<p>Warna Pelangi terhinakan hubungan jijik nan keji</p>

<p>Negara tak lebih dari permainan monopoli</p>

<p>Uang melemah tak lagi ada yang bisa dibeli</p>

<p>Tekanan informasi menghujam pedang depresi</p>

<p>israel yang meledakkan bayi bayi</p>

<p><br /></p>

<p>Bunuh dan curi adalah berita sehari-hari</p>

<p>Anak-anak dirusak oleh budaya kaum liberti</p>

<p>Manusia jatuh ke lembah rendah hasrat hewani</p>

<p>Bahkan memakai topeng pun sudah tak ada arti</p>

<p><br /></p>

<p>Karena jati diri pun terkaburkan oleh kebenaran yang mati</p>

<p>Bagaimana mungkin ada harapan untuk dunia ini!</p>

<p>Sementara apa arti, kita terpojok di ruangan ini</p>

<p>Relung kecil gedung lapuk sisa memori</p>

<p>Tenggelam dalam hari-hari silih berganti</p>

<p><br /></p>

<p>Mau apa, mau apa kita di sini, atas nama Bidang yang mengkaji</p>

<p>Bergumul pustaka berpegang teguh literasi</p>

<p>Atau yang bergerak atas nama masa depan bumi</p>

<p>Dunia rusak sudah bukan hal yang menjadi misteri</p>

<p>Begitu biasa hingga gelisah tak lagi jadi penghias hari</p>

<p><br /></p>

<p>Tapi kawan, ingatkah kata mereka tentang makna sebuah Langkah kaki?</p>

<p>Kita berangkat bukan karena suatu tujuan pasti,</p>

<p>Tapi karena Hasrat dalam hati yang terus berusaha diisi</p>

<p>Kita hidup unutk memenuhi gelisah yang tercipta darinya</p>

<p>Maka gelisahlah, resahlah, sedihlah, marahlah,</p>

<p>Rengkuh semua dalam butiran konstan langkah-langkah</p>

<p><br /></p>

<p>Apalah arti berangkat bila akhirnya akan Kembali pulang</p>

<p>Apalah arti makan bila lapar memang niscaya datang</p>

<p>Apalah arti tidur bila akan Kembali lelah di ujung hari</p>

<p>Apalah arti hidup bila mati pasti akan menghampiri</p>

<p>Karena arti bukan untuk diberi arti, tapi memang untuk terus diisi</p>

<p>Lihatlah!</p>

<p><br /></p>

<p>Layanan kecil perpusakaan ini adalah ruang revolusi</p>

<p>Dimana gagasan bisa tumbuh subur bila terpupuki</p>

<p>Hidupkan lilin kecil peradaban dari buku yang termaknai</p>

<p>Sentuhan kecil istiqomahnya rangkaian diskusi</p>

<p>Kelas-kelas kecil memulai domino ilmu dan inspirasi</p>

<p>Atau para relawan yang beraksi untuk senoktah area bumi</p>

<p><br /></p>

<p>Siapa yang akan sangka, salah satu dari kita kelak memimpin negeri</p>

<p>Atau berdiri tinggi menantang para perusak moral dan hati</p>

<p>Kita pasti jatuh, tidak masalah!</p>

<p>Nikmati kejatuhan itu karena biarkan kita mati dengan penuh bekas luka</p>

<p>Rangkaian sayatan orang yang terus berjuang meski berdarah-darah dalam</p>

<p>keteguhan</p>

<p>Lebih baik mati terlupakan, daripada dikenal karena menyerah</p>

<p><br /></p>

<p>Karena istirahat terbaik adalah dalam puncaknya lelah</p>

<p>Maka mati terbaik adalah afirmasi hidup penuh hikmah</p>

<p>Maka apapun yang kita lakukan di sini, di BPP ini, di ruang kecil ini!</p>

<p>Isi setiap langkah dengan niat besar untuk terus bertumbuh tinggi</p>

<p>Menjadi lilin kecil ditengah gelapnya duniawi</p>

<p>Menjadi kisah kecil untuk kelanjutan generasi</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Pertunjukan Takdir yang Terus menari]]></summary></entry><entry><title type="html">Brace</title><link href="https://phx.my.id/brace/" rel="alternate" type="text/html" title="Brace" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/brace</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/brace/"><![CDATA[<p>While the water flow in grace</p>

<p>Small disruption gives off waves</p>

<p>Distortion forms in the surface</p>

<p>Illusion forms in our face</p>

<p>An image of unknown space</p>

<p>Reflection comes as a trace</p>

<p>How world is to humanrace</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[While the water flow in grace]]></summary></entry><entry><title type="html">Cermin</title><link href="https://phx.my.id/cermin/" rel="alternate" type="text/html" title="Cermin" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/cermin</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/cermin/"><![CDATA[<p>Yang kulihat bukan aku</p>

<p>Tapi ia melihat aku</p>

<p>Kami bertatap, kami meniru</p>

<p>Aku tak tahu siapa kamu</p>

<p>Tapi melaluimu, aku memandangku</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Yang kulihat bukan aku]]></summary></entry><entry><title type="html">CO2</title><link href="https://phx.my.id/co2/" rel="alternate" type="text/html" title="CO2" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/co2</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/co2/"><![CDATA[<p>Tarik</p>

<p>Tahan</p>

<p>Sesak</p>

<p>Hembuskan</p>

<p><br /></p>

<p>Terjadi tanpa kendali</p>

<p>Mengalir secara alami</p>

<p>Di luar kita sadari</p>

<p><br /></p>

<p>Tubuh tanpa permintaan</p>

<p>Setiap saat selalu melepaskan</p>

<p>Maka buat apa selalu kau genggam</p>

<p>Beban dunia yang memberatkan</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Tarik]]></summary></entry><entry><title type="html">God Pretending Tech</title><link href="https://phx.my.id/god-pretending-tech/" rel="alternate" type="text/html" title="God Pretending Tech" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/god-pretending-tech</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/god-pretending-tech/"><![CDATA[<p>Tuhan tempat kita berserah</p>

<p>Melepaskan sakit dan lelah</p>

<p><br /></p>

<p>Tuhan tempat kita bertanya</p>

<p>Dengan jawab selalu tersedia</p>

<p><br /></p>

<p>Tuhan tempat meminta</p>

<p>Segala solusi ditawarkannya</p>

<p><br /></p>

<p>Tuhan yang paling mengerti</p>

<p>Isi pikiran dan isi hati</p>

<p><br /></p>

<p>Namun ketika tak ada koneksi</p>

<p>Tuhan itu tiba-tiba pergi</p>

<p>Debat</p>

<p><br /></p>

<p>Argumen dilontarkan</p>

<p>Pikiran dikerahkan</p>

<p>Benar-Salah dipertaruhkan</p>

<p>Penghakiman tersisipkan</p>

<p>Ragam teori digunakan</p>

<p>Asumsi berlalu lalang</p>

<p>Pengetahuan dipertukarkan</p>

<p>Ketika semua dapat berakhir dengan</p>

<p>Keberterimaan</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Tuhan tempat kita berserah]]></summary></entry><entry><title type="html">Kerupuk</title><link href="https://phx.my.id/kerupuk/" rel="alternate" type="text/html" title="Kerupuk" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/kerupuk</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/kerupuk/"><![CDATA[<p>Tak Berisi</p>

<p>Apalagi Bergizi</p>

<p>Tak juga wangi</p>

<p>Hanya berbunyi</p>

<p>Do kres Mi</p>

<p>Seakan melodi</p>

<p>Menambah rasa dalam hati</p>

<p>Mau sayur, mi, atau nasi</p>

<p>Kepuasan dalam menikmati</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Tak Berisi]]></summary></entry><entry><title type="html">M</title><link href="https://phx.my.id/m/" rel="alternate" type="text/html" title="M" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/m</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/m/"><![CDATA[<p>Diam.</p>

<p>Diam!</p>

<p>Diaam!!</p>

<p>Diaaaaaam!</p>

<p>Ribut!</p>

<p>Hentikan itu semua!</p>

<p>Aku butuh ketenangan!</p>

<p><br /></p>

<p>……</p>

<p><br /></p>

<p>Tunggu</p>

<p>Kenapa hening sekali</p>

<p>Kenapa begitu sepi</p>

<p>Apa aku sendiri?</p>

<p>Mana suara-suara itu</p>

<p>Aku butuh suara</p>

<p>Berbicaralah padaku</p>

<p>Kenapa tak ada yang memperhatikan aku</p>

<p>Jangan tinggalkan aku</p>

<p>Jangan diam!</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Diam.]]></summary></entry><entry><title type="html">Malam</title><link href="https://phx.my.id/malam-2/" rel="alternate" type="text/html" title="Malam" /><published>2026-01-22T00:00:00+00:00</published><updated>2026-01-22T00:00:00+00:00</updated><id>https://phx.my.id/malam-2</id><content type="html" xml:base="https://phx.my.id/malam-2/"><![CDATA[<p>Hai malam</p>

<p>kembali kita bersalam</p>

<p>sahabat tanpa rasa bosan</p>

<p>dengan heningmu yang tentram</p>

<p><br /></p>

<p>aku paham</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa dalam kehampaan</p>

<p>termaknai setiap keterisian</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa dalam kegelapan</p>

<p>tersimpan ribu kemungkinan</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa dalam kesunyian</p>

<p>terdengar bisikan terdalam</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa dalam kekosongan</p>

<p>terkandung rangkai pemahaman</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa dalam keterasingan</p>

<p>terungkap jujur penerimaan</p>

<p>bahwa dalam kesendirian</p>

<p>tertunduk ego dalam penerimaan</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa dalam kesepian</p>

<p>teredam gaduhnya pikiran</p>

<p><br /></p>

<p>bahwa kawan,</p>

<p>tidak hanya cahaya yang dapat menyembuhkan</p>]]></content><author><name>aditya</name></author><category term="puisi" /><summary type="html"><![CDATA[Hai malam]]></summary></entry></feed>