Orang orang berlalu
Jejak membatu
Aku berjalan
Jarak tertempuh
Badan Berpeluh
Aku tetap berjalan
Kesadaran menghinggap
Aku dimana?
Seakan berkedip mata
Bulan berganti tak terhitung lagi
Kembali dalam malam kesendirian
Ia menyapaku lagi
Seakan kawan lama tak berjumpa
Tersembul menegur menghapus alpa
‘Hai purnama,
maaf lama tak bersua’
Membisu ia tak berkata
Menatapku rindu dalam rupa
Ku teringat
Yang istimewa akan tiba
Terasa bak mimpi dan cita
Kan ku pinang dirinya segera
Bukan bulan yang akan datang
Apalagi tahun depan
Namun esok pagi menjelang siang
Memecah gelembung penantian
Meski tak segera resmi
Banyak kendala menghampiri
Paling tidak ku penuhi janji
Kan ku datangi orangtuanya,
Tuk sebuah cincin di jari