Cincin di Jari

Orang orang berlalu

Jejak membatu

Aku berjalan


Jarak tertempuh

Badan Berpeluh

Aku tetap berjalan


Kesadaran menghinggap

Aku dimana?

Seakan berkedip mata

Bulan berganti tak terhitung lagi


Kembali dalam malam kesendirian

Ia menyapaku lagi

Seakan kawan lama tak berjumpa

Tersembul menegur menghapus alpa


‘Hai purnama,

maaf lama tak bersua’

Membisu ia tak berkata

Menatapku rindu dalam rupa


Ku teringat

Yang istimewa akan tiba

Terasa bak mimpi dan cita

Kan ku pinang dirinya segera


Bukan bulan yang akan datang

Apalagi tahun depan

Namun esok pagi menjelang siang

Memecah gelembung penantian


Meski tak segera resmi

Banyak kendala menghampiri

Paling tidak ku penuhi janji

Kan ku datangi orangtuanya,

Tuk sebuah cincin di jari

rss researchgate issuu facebook twitter github youtube mail spotify lastfm instagram linkedin google google-plus pinterest medium vimeo stackoverflow reddit quora quora