Pertunjukan Takdir yang Terus menari
Hati tak lagi mampu mendeskripsi
Menghayati segala tanpa mengerti
Ribuan tanya datang menghampiri
Untuk apa kita hidup, bila tak ada arah pasti
Beragam ragu membakar hati, memaksa hati terus mencari
Ada apa dengan zaman ini!
Tumpukan sampah pengganti bunga kesturi
Warna Pelangi terhinakan hubungan jijik nan keji
Negara tak lebih dari permainan monopoli
Uang melemah tak lagi ada yang bisa dibeli
Tekanan informasi menghujam pedang depresi
israel yang meledakkan bayi bayi
Bunuh dan curi adalah berita sehari-hari
Anak-anak dirusak oleh budaya kaum liberti
Manusia jatuh ke lembah rendah hasrat hewani
Bahkan memakai topeng pun sudah tak ada arti
Karena jati diri pun terkaburkan oleh kebenaran yang mati
Bagaimana mungkin ada harapan untuk dunia ini!
Sementara apa arti, kita terpojok di ruangan ini
Relung kecil gedung lapuk sisa memori
Tenggelam dalam hari-hari silih berganti
Mau apa, mau apa kita di sini, atas nama Bidang yang mengkaji
Bergumul pustaka berpegang teguh literasi
Atau yang bergerak atas nama masa depan bumi
Dunia rusak sudah bukan hal yang menjadi misteri
Begitu biasa hingga gelisah tak lagi jadi penghias hari
Tapi kawan, ingatkah kata mereka tentang makna sebuah Langkah kaki?
Kita berangkat bukan karena suatu tujuan pasti,
Tapi karena Hasrat dalam hati yang terus berusaha diisi
Kita hidup unutk memenuhi gelisah yang tercipta darinya
Maka gelisahlah, resahlah, sedihlah, marahlah,
Rengkuh semua dalam butiran konstan langkah-langkah
Apalah arti berangkat bila akhirnya akan Kembali pulang
Apalah arti makan bila lapar memang niscaya datang
Apalah arti tidur bila akan Kembali lelah di ujung hari
Apalah arti hidup bila mati pasti akan menghampiri
Karena arti bukan untuk diberi arti, tapi memang untuk terus diisi
Lihatlah!
Layanan kecil perpusakaan ini adalah ruang revolusi
Dimana gagasan bisa tumbuh subur bila terpupuki
Hidupkan lilin kecil peradaban dari buku yang termaknai
Sentuhan kecil istiqomahnya rangkaian diskusi
Kelas-kelas kecil memulai domino ilmu dan inspirasi
Atau para relawan yang beraksi untuk senoktah area bumi
Siapa yang akan sangka, salah satu dari kita kelak memimpin negeri
Atau berdiri tinggi menantang para perusak moral dan hati
Kita pasti jatuh, tidak masalah!
Nikmati kejatuhan itu karena biarkan kita mati dengan penuh bekas luka
Rangkaian sayatan orang yang terus berjuang meski berdarah-darah dalam
keteguhan
Lebih baik mati terlupakan, daripada dikenal karena menyerah
Karena istirahat terbaik adalah dalam puncaknya lelah
Maka mati terbaik adalah afirmasi hidup penuh hikmah
Maka apapun yang kita lakukan di sini, di BPP ini, di ruang kecil ini!
Isi setiap langkah dengan niat besar untuk terus bertumbuh tinggi
Menjadi lilin kecil ditengah gelapnya duniawi
Menjadi kisah kecil untuk kelanjutan generasi