Waktu,
Tak pernah bisa menentu
Tak henti bergerak maju
Menyeret dunia dalam halu
Realitas terasa semu
Mengendap masa lalu
Tersisa menjadi rindu
Yah, memori memang ambigu
Yang lama terganti yang baru
Tercampur baur jadi satu
Dengan itu,
Kita adalah penyendiri
Kawan sahabat silih berganti
Yang hadir tak pernah abadi
Yang hidup akan mati
Yang ada akan pergi
Hingga tak ada selain sepi
Yang tertinggal hanya diri
Akan tetapi,
Ku ingat kawanku berkata
Setiap masa ada orangnya
Setiap orang ada masanya
Hadirnya setiap jiwa
Telah pasti ketentuannya
Terurai kisah dan cerita
Diungkap mewujud makna
Perhatikanlah
Hinggapnya seekor lebah
Di suatu bunga merah
Di suatu hari spesifik yang cerah
Dari sekian hari, sekian bunga, dan sekian lebah
Sudah terangkum dalam hikmah
Sehingga,
apa lah artinya resah
Atas yang hilang atau terpisah
Karena senja tetap indah
Mewarnai langit yang terbelah
Meski hanya singgah
Sebelum malam menjelajah
Pada akhirnya,
Yang baru akan berlabuh
Menyambung lelah dan peluh
Lepas sakit membawa sembuh
Dalam literasi kita bersungguh
Intelektualitas terpegang teguh
Menjadikan bumi satu tubuh
Bersama BPP kita tumbuh