Hingga ku mati,
tak ada yang bisa membantu dan memotivasiku selain
diriku sendiri.
Ya, aku.
Pacar paling setia,
sahabat paling baik,
guru paling bijak,
pemimpin paling tegas
bagiku sendiri.
Bahkan ketika seluruh dunia membenci
pun, aku masih pnya
diriku sendiri yang masih percaya padaku.
Peduli amat orang berkata apa,
hanya aku lah api kehidupan.
Jika aku tersesat,
akulah tempat bertanya,
jika aku terperangkan kesunyian,
hanya aku lah yang bisa memberi penerangan,
jika aku jatuh dalam keterpurukan,
hanya aku yang bisa membangkitkan
diri lagi ke atas langit.
Ya,
hanya denganku aku hidup,
dan dengannya pula aku
akan mati.
(phx, 2016)