Ah kau
Yang semestinya ku lupakan
dalam pedihnya pertanyaan
untuk menggapai tenang
membayang kerinduan
Ah kini
tetap saja ku sapa lagi
tak kuasa untuk pergi
walau setengah hati
tergolak ego diri
Ah disini
Berstatus tingkat akhir
idealisme semakin mubazir
terputar waktu dalam gulir
tertohok kenang berpikir
Ah sudahlah
mungkin memang
belumlah tuntas apa yang
harus ku selesaikan
(phx, 2015)